Goresan tinta kehidupan yang disebut cinta

Heeeiii... aku lg fallin in love :D Btw, aku nulis ini bukan sebagai modus buat bikin dia ngrasa kalo aku bukanlah orang yang aneh. 
Cinta berawal dari mata, yaph itu ga bisa aku sangkal dan itu memang bener adanya. Aku terpesona dengan pesona cantiknya yang dia tunjukkan dengan dandanan sederhana yang aku bilang bukan itu yg buat kamu menarik.
 
Sebuah hari dimana aku memutuskan mencari tahu lebih banyak tentangmu, membawaku dalam sebuah rentetan skenario yang udah direncanain sama Allah. Buat aku semua manis pahit kehidupan itu memberikan tempaan kepada diri sendiri sebagai sosok seorang manusia. Dimana saat manis kita seharusnya ngga terlena dan saat pahit seharusnya kita ngga terpuruk dalam kerasnya dunia yang seharusnya kita percaya bahwa kita
ngga akan diberikan kesulitan yang kita ngga mampu buat menyelesaikannya.
 
Cinta itu adalah dia yang membuat kita lebih bisa menata hidup dari yang sebelumnya belum tertata dengan baik, mendekatkan kita kepada sang pencipta, dan menjauhkan kita dari segala bentuk kegalauan. Intonasi kata cinta sering terlontar pada setiap insan yang mempunyai rasa yang berbeda pada lawan jenisnya. Walaupun orang selalu bilang "ah gombal, ngomong doang" tapi bagi seorang wanita sepertimu pasti
itu berarti besar buat "kita".
 
Yaph... "kita" itu kata yang paling tepat buat menggambarkan sebuah ikatan yang seharusnya bisa dipertahankan hingga kelak kita saling menyampaikan janji sehidup mati masing-masing. (loh, kok gitu?) Iya
lah, buat apa kita hidup bareng tapi matinya juga bareng. soalnya buat aku entah aku dulu ato kamu dulu yang dijemput sama sang Khalik, kehidupan di dunia belum selesai urusannya. Mungkin membahas mati agak terlalu ekstrem buat kita, walaupun mati bs dateng kapan aja, tapi karena kita masih muda, faktor risiko penyebab mati kan ga terlalu banyak.

Sayang... dia yang buat aku sempet mengesampingkan akal sehatku dan memilih jalan yang ngga biasa buat aku lalui. dia yang bisa bikin aku kasih kepercayaan di selang waktu yang amat singkat. sekali lagi satu
hal yang membuat aku yakin bahwa kepercayaan yang diberikan pada orang yang seharusnya ngga bisa dipercaya kyk aku itu berarti besar, besar banget buat aku.

Secuil cerita tadi sebenernya pengen aku utarain semua buat dia. tp sekali lagi, ngga ada kata yang bisa menggantikan apa yang aku rasain tentang dia. dia orang yang childish tapi berkepribadian kuat, dia yang menghargai arti sebuah perjuangan, dia yang mampu menjaga kepercayaan yang diberikan, walaupun di satu sisi sangat berbeda dengan sifat orang yang terlihat dewasa namun berpikiran pendek dan gegabah, yang menghargai arti sebuah perjuangan namun tak bisa mempertahankan perjuangan itu hingga akhir, yang mampu menjaga kepercayaan tetapi lebih sering bertingkah binal. 

Kita bagaikan dua sisi keping mata uang logam. dimana kita sering diolok karena selalu jadi pembanding mana yang bermain lebih dahulu dalam permainan bola basket atau sepakbola, yang sering bikin pengamen marah kalo kita dikasihkan ke dia soalnya levelnya pengamen sekarang harus main kertas, yang kita ga pernah selamanya ketemu karena kita berada di dua sisi yang berbeda 180 derajat. tapi aku yakin, tanpa kita seperti itu, sebuah mata uang atau sebuah uang logam ngga akan pernah ada nilainya, dunia ngga akan pernah kenal sama yang namanya istilah jual-beli, duit seratus ribu juta milyar trilyun ga akan pernah ada kalo ngga ada kita, ngga akan ada perkembangan telpon selular krn dulu telpon koin itu populer banget, ato mungkin ga akan ada keceriaan anak2 waktu mereka masukkin koin ke mesin dingdong.

DIA yang sedari tadi aku sebutin adalah orang yang saat ini bener-bener aku sayang, dia itu kamu, dia itu yang (aku yakin) juga sayang banget sama aku, dia yang (lebih bisa) buat hidup aku lebih tertata, dia yang mampu buat aku jatuh cinta dalam itungan jam (168 jam). sayang... mungkin aku bukan yang sempurna buat kamu, tapi aku bakal mencoba buat mencintai kamu dengan cara yang sempurna. dimana aku harus mencintai kamu seutuhnya dalam setiap kerasnya hidupmu, kerasnya watakmu, dan kerasnya km mencintai aku.

Aku ngga berharap banyak dari kamu, kamu cukup memaklumi kegilaanku dan buat kegilaanku semakin menjadi namun tetap dalam kontrol. karena kegilaanku ini yang membuatku masih bertahan sampai saat ini. dan bila sudah ada orang yang aku percaya buat jadi pemilik hatiku, mungkin aku bakal menyerahkan segalanya yang aku punya. karena bagiku kamu segalanya, kamulah cintaku... :)

No comments:

Post a Comment